Cara Membuat Sapu Lidi

sebelum ke langkah membuat sapu lidi kita akan jelaskan dahulu sapu lidi itu apa sii , sapu lidi adalah salah satu alat yang di gunakan untuk membersihkan rumah dengan kumpulan lidi yang di bentuk menjadi sapu.

Mari kita bahas sejarah sapu lidi dahulu siapa sii sebenarnya penemu sapu lidi.

Sapu lidi ( hard broom) adalah alat pembersih halaman, pekarangan, atau jalan raya, sapu lidi banyak di gunakan oleh perumahan, perkantoran atau petugas kebersihan, yang terbuat dari lidi pelepah pohon, lidi yang digunakan bisa berasal dari pelapah kelapa atau aren. Sapu lidi merupakan peralatan rumah tangga.

Filosifinya juga ada, Sapu lidi memiliki filosofi bahwa tidak akan terjadi suatu perubahan besar jika hanya dilakukan oleh seseorang, walaupun orang tersebut sangat hebat. Manusia sebagai makhluk sosial diharuskan bekerja bersama-sama agar dapat mewujudkan keinginan bersama dalam membuat suatu perubahan yang besar.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sapu_lidi

Untuk membersihkan lantai, halaman, tempat tidur dan sebagainya seringkali manusia menggunakan sapu lidi, sejumlah lidi yang diikat dengan tali menjadi satu. Sejak kapan sapu lidi itu ada?. Dalam kitab “Bada’iuz Zuhur”, Ibnu Iyas menceritakan bahwa Nabi Ayyub AS pernah mengalami sakit kulit selama 18 tahun.

Ketika badannya terasa panas, dia memanggil istrinya yang bernama Rahmah agar diambilkan air untuk mengkompres kepalanya. Saking sibuknya di dapur, Rahmah tidak mendengar panggilan suaminya. Karena panggilannya tidak disahut, Nabi Ayyub AS salah faham terhadap istrinya, dia menyangka istrinya sudah tidak loyal kepadanya. Dia marah lalu bersumpah: “Demi Allah aku bernadzar, kalau aku sembuh aku akan cambuk istriku sebanyak 100 kali.” Sesudah dia sembuh, dia ingin melaksanakan nadzarnya, namun tidak tega kepada istrinya.

Jika mencambuk istrinya dia merasa salah karena menyakiti istrinya. Jika tidak, dia juga merasa salah karena tidak memenuhi nadzar yang ia ucapkan dengan menyebut asma Allah. Bingunglah dia. Dalam siatuasi seperti itu, datanglah Jibril AS lalu memberikan advis: “Wahai Ayyub, demi menjunjung tinggi nama Tuhanmu, kau harus melaksanakan nadzarmu!.”

Ayyub menjawab: “Wahai Jibril, aku tidak tega untuk mencambuk istriku 100 kali!.”

Jibril AS memberikan solusi: “Ambillah lidi sebanyak 100 biji terus kau ikat dengan tali menjadi satu lalu kau cambukkan 1 kali saja kepada istrimu maka itu sama dengan mencambuknya 100 kali dan gugurlah nadzarmu!.”

Setelah Ayyub melakukan apa yang diadviskan Jibril dan merasa lega karena nadzarnya telah gugur, dia dan istrinya mengadakan syukuran dengan makan bersama. Ternyata wadah-wadah makanan itu menjadi sampah, maka diambillah 100 lidi yang terikat itu untuk membersihkan sampah. Hal itu diteruskan oleh anak cucu mereka, di mana ada sampah mereka membuat ikatan lidi untuk membersihkannya, lalu dinamai “Sapu” yang artinya membersihkan. Dan hingga sekarang sapu lidi masih digunakan oleh manusia sebagai perkakas rumahtangga dalam kebersihan meskipun sudah ada teknologi hulu yang super canggih.

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari cerita di atas sbb:

  1. Nadzar yang diucapkan dengan menyebut nama Allah, yaitu ucapan demi Allah atau sejenisnya, maka wajib dilaksanakan. Jika tidak, karena ada halangan, maka wajib membayar kaffarat berupa puasa tiga hari atau memberi makan 10 orang miskin, tiap 1 orang 1 mud. 1 mud sama dengan 6 ons beras.
  2. Sapu lidi itu merupakan simbolisasi kekompakan manusia dalam kehidupan sosial. Jika 100 lidi terikat dengan tali yang kuat menjadi satu maka dapat menyingkirkan sampah. Jika masyarakat kompak menjadi satu maka dapat mengatasi masalah. Jika 100 lidi itu talinya terlepas maka lidi-lidi itu tidak dapat menyingkirkan sampah karena dirinya sendiri sedang menjadi sampah. Jika masyarakat sudah tidak kompak maka mereka tidak dapat mengatasi masalah karena mereka sendiri sedang menjadi masalah. Mana mungkin masalah mengatasi masalah?
  3. Manusia terbaik adalah orang yang dapat mengatasi masalah dan manusia terburuk adalah orang yang membuat masalah.

Sumber : https://danialroyyan.com/sejarah-sapu-lidi.html

Bagaimana Cara membuat sapu lidi mari kita langsung ke topiknya :

Membuat sapu lidi :

Alat dan bahan

1. Pelepah kelapa atau pohon lainnya yang terdapat lidi di keringkan dahulu.
2. Pisau atau alat yang tajam seperti sabit.
3. Sarung tangan atau kain jika ada jika tidak ada bisa menggunakan keamanan lainya.
4. Tali/karet atau barang lainnya yang dapat digunakan untuk mengikat seperti bambu tali.

Cara membuat

1. Pisahkan daun dari pelepah menggunakan pisau atau alat tajam.
2. Pisah kan lidi dari daun, jangan lupa menggunakan sarung tangan atau kain untuk melindungi tangan atau pengaman lain.
3. Jika sudah terkumpul cukup banyak lidi di keringkan.
4. Lidi yang sudah kering disatukan, lalu diikat dengan tali.

Artikel ini di buat dari sumber yangs esuai pada link, Terima kasih

Cara Membuat Sapu Lidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas